Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.Hadis Riwayat Imam Muslim, daripada Abu Hurairah r.a sabda Rasulullah s.a.w;
(QS. Al Kahfi, 18 : 46)
“Apabila mati anak Adam, maka terputuslah segala amalannya melainkan tiga perkara : Sedekah jariah, Ilmu yang bermanfaat dan Anak soleh yang mendoakan untuknya“.
Nama baik yang diberikan orang tua akan berpengaruh pada kepribadian anak. Membaca al-Qur’an dan menulis mengisyaratkann pada perkembangan intelektual anak. Berenang dan memanah mengisyaratkan akan perkembangan jasmani anak. Mencintai Nabi dan keluarganya, membaca al-Quran mengiyaratkan pada perkembangan religius dan sepiritual anak.
Amal shalih anak yang belum baligh, pahalanya akan menjadi miliknya pribadi bukan milik kedua orang tuanya atau orang lain. Tapi orang tuanya mendapat pahala atas usaha mereka dalam mengajari, membimbing dan mendorong anak untuk beramal shalih.
adab-adab dan kiat dalam mendidik anak:
[1] makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red),
[2] tidak tergesa-gesa dalam makan,
[3] tidak bermewah-mewah dalam makan, Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian,
[4] agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak,
[5] memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita,
[6] Jangan sampai anak laki-laki menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki,
[7] dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh
, [8] ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku ….
CARA MENDIDIK ANAK
- bapa dan ibu harus mengerti tujuan kita dihidupkan Allah di dunia
ini, apa tugas dan kewajipan kita, dan apa jawapan kita nanti setelah
kita dipanggil oleh Allah untuk mengadapNya. Tanpa memahami
perkara-perkara ini, maka tidak mungkin akan lahirnya generasi yang
bertaqwa, yang mampu memiliki kecemerlangan di dalam kehidupan dunia dan
akhirat.
Anak merupakan amanah dari Allah yang hendaklah dipelihara dan dibimbing sesuai dengan pesanan dan panduan syariat Allah dan RasulNya. Jika ini tidak dilaksanakan dengan betul. - Dalam membicarakan cara bagaimana mendidik anak, perhatikanlah pesanan pendidikan Luqman kepada anaknya di dalam Al-Quran. Ia meliputi pokok ajaran pendidikan yang mengandungi nilai-nilai tinggi yang antaranya: mencakupi asas pendidikan tauhid, akhlak, solat, pendidikan amr ma’ruf nahi munkar, bersikap tabah dan sabar serta kehidupan bermasyarakat.
- peringatan hari kelahiran termasuk bid’ah yang diada-adakan dalam agama dan tidak ada asalnya dalam syari’at yang suci, maka tidak boleh memenuhi undangannya karena hal itu merupakan pengukuhan terhadap bid’ah dan mendorong pelaksanaannya
- tanggungjawab ibu bapa mendidik anak-anak mematuhi ajaran Islam terutamanya solat yang menjadi Rukun Islam kedua.
- Sebagai ibu bapa, kita seharusnya melatih anak-anak bersolat. Caranya, ialah kita sendiri perlu menunjukkan contoh kepada anak-anak dalam kehidupan seharian.
- Ibu bapa mesti menunjukkan contoh yang baik kepada anak-anak termasuklah dalam bab ibadat khusus seperti solat. Sepatutnya, kita sentiasa menseimbangkan pendidikan agama dan pendidikan akademik kerana kita mahu melahirkan anak yang cemerlang bukan sahaja di dunia tetapi juga di akhirat.
- ibu bapa agar memberi lebih perhatian dalam bab fardu ain. Jangan melepaskan tanggungjawab itu kepada guru-guru agama atau ustaz dan ustazah sahaja. Analoginya, adalah lebih mudah bagi anak-anak meniru perbuatan ibu bapa yang menunaikan solat di rumah.
- amalan yang tak terputus: [shadaqah jariyah] Para ulama telah menafsirinya dengan wakaf untuk kebaikan, [ilmu yang bermanfaat] dengan cara seseorang mengajarkan ilmu kepada manusia perkara-perkara agama mereka, [anak shalih] Anak shalih baik laki-laki maupun perempuan, anak kandung maupun cucu, akan terus mengalir kemanfaatan mereka untuk para orang tua berkat doa baik yang diterima Allah untuk ibu bapak mereka. Juga shadaqah yang dilakukan anak-anak shalih untuk orang tua, juga hajinya, bahkan doa yang diucapkan orang yang pernah mendapatkan kebaikan dari anak-anak tersebut.
- HAK -HAK ANAK ;:
- [1] Memilih calon ibu yang baik,
- [2] Hendaknya kedua orang tua berdo’a dan merendahkan diri kepada Allah agar berkenan memberi rezki anak yang shalih kepada keduanya
- , [3] Memberi Nama Baik,
- [4] anak melihat dari orang tuanya dan dari masyarakatnya akhlak yang bersih, jauh dari hal yang merubah fitrah dan menghiasi kebatilan, baik akhlak yang dibenci itu berupa kekafiran atau bid’ah atau perbuatan dosa besar,
- [5] tumbuh bersih, suci, ikhlas dan menepati janji, dijauhkan dari orang-orang yang melakukan perbuatan syirik dan kesesatan, dan perbuatan bid’ah serta maksiat-maksiat, serta perbuatan-perbuatan yang memperturutkan hawa nafsu,
- [6] memerintahkannya untuk shalat di saat berumur 7 tahun, dan memukulnya lantarannya tidak mengerjakan shalat di saat berumur 10 tahun, serta memisahkan tempat tidur anak-anak mereka,
- [7] mengajari anak-anaknya untuk berenang, memanah dan menunggang kuda,
- [8] berlaku jujur, menepati janji dan berakhlak mulia,
- [9] mengajarinya petunjuk Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wa sallam dalam makan dengan tangan kanan disertai dengan membaca basmalah dan makan makanan yang paling dekat,
- [10] bersikap adil dalam mendidik anak untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar,
- [11] mendidik anak untuk memakan makanan yang halal …..
- 9 BENTUK KESALAHAN ORANG TUA
- [1]. Menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak,
- [2]. Mendidiknya menjadi sombong, panjang lidah, congkak terhadap orang lain. Dan itu dianggap sebagai sikap pemberani,
- [3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong,
- [4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak,
- [5]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka
- , [6]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran,
- [7]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka,
- [8]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja,
- [9. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar